fbpx

Sumber Photo: https://www.creasi.co.id

Dari beberapa pengalaman Penulis, Dalam membuat sebuah CV kita harus memperhatikan KISS, Keep It Short and Simple.” Meskipun memang dalam membuat sebuah CV itu terkadang berbeda. Tergantung dari tujuan penggunaan CV tersebut. Misalnya saja CV yang ditujukan untuk melamar beasiswa atau program pendidikan, biasanya dalam CV ini terdapat hal-hal yang lebih dititikberatkan, seperti publikasi dan pengalaman riset. Bilamana CV untuk melamar pekerjaan, justru publikasi tidak harus begitu ditonjolkan. Namun lebih pada pengalaman magang dan keorganisasian yang boleh dibilang memiliki bobot yang lebih tinggi.

Dalam membuat sebuah CV, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  1. Hindari format CV yang berlebihan

Zaman sekarang ini, desain dalam membuat CV sudah lebih bervariasi. Namun tetap perlu memperhatikan patokan. Jangan terlalu berlebihan hingga segi keformalan dari CV itu hilang karena saking banyaknya desain dan terkesan seperti pamflet.

Sederhananya, tuliskan saja nama dengan font yang agak besar di bagian paling atas CV. Lalu, sematkan foto di bagian kanan atas dan dilanjutkan dengan menuliskan nomor ponsel, email, alamat rumah serta tempat dan tanggal lahir. Tidak perlu menuliskan motto hidup.

  1. Tuliskan riwayat pendidikan yg benar-benar terbaru

Saat mulai menuliskan isi CV, salah satu hal yang wajib dicantumkan adalah riwayat pendidikan. Riwayat pendidikan memang dimulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Namun tidak perlu mencantumkan seluruhnya. Cukup memasukkan SMA dan universitas saja ditambah dengan tahun masuk, tahun lulus serta nilai akhir. Jika selama SMA atau kuliah kalian pernah magang atau bekerja, masukkan informasi tersebut di bagian bawah informasi pendidikan. Ingat, yang dimasukkan hanya hal-hal yang terkini saja. Intinya, untuk CV yang dikhususkan dalam pendidikan, tulis saja riwayat pendidikan dari masa SMA hingga ke atasnya.

  1. Gunakan rumus KISS

Bagi kalian yang aktif mengikuti organisasi pada saat kuliah atau SMA, pasti ada keinginan untuk mencantumkan seluruh riwayat organisasi tersebut. Tapi hal ini sebenarnya bukan mandatory. Salah satu cara membuat CV yang benar adalah menggunakan rumus “KISS” alias Keep It Short and Simple. Artinya tidak perlu berlebihan dalam menuliskan aktivitas keorganisasian. Cukup 3-5 organisasi terkini saja. Tidak perlu sampai belasan atau puluhan karena malah akan terkesan pamer.

  1. Jangan Tulis Sesuatu yang Bukan Fakta

Terkadang untuk membuat CV yang terkesan wah, cenderung kita akan “mengarang indah.” Sesuatu hal yang bukan fakta alias fiksi justru kita masukkan ke dalam CV. Yang perlu diingat bilmana membuat CV untuk tujuan apapun sebaiknya ditulis dengan jujur dan apa adanya. Contohnya kita tidak paham dengan Ms. Excel. Tetap tetap nekad untuk menulis “menguasai Ms. Excel.” Percaya atau tidak, semua yang kita tuliskan ke dalam CV mempraktikkan menggunakan Ms. Excel secara langsung? Hmm.

  1. Tulis CV dalam Bahasa Inggris

Ke-profesionalitas kita dapat dilihat dari segi bahasa. Artinya, semakin kita dapat menguasai bahasa untuk berkomunikasi, maka nilai di depan reviewer akan semakin bertambah.

Jika bahasa Inggris kita belum lancar, tulislah CV apa adanya. Tanpa perlu menjiplak atau menggunakan mesin penerjemah. Ingat, CV bahasa Inggris kita akan mempengaruhi ekspektasi pewawancara tentang kemampuan berbahasa Inggris kita.

  1. Gunakan Font yang Mudah Dibaca

Untuk membuat CV menjadi lebih enak dibaca, sebaiknya menggunakan font standard yang mudah dibaca, seperti Times New Roman atau Arial. Tentunya, hindari penggunaan lebih dari satu jenis font. Format-format seperti Italic, Bold, dan Underline hanya digunakan pada saat tertentu saja. Dengan mengikuti semua hal ini, CV akan mudah dibaca.

  1. Perhatikan Foto dalam CV

Foto bisa menjadi salah satu faktor penentu. Karenanya, gunakan foto dengan pose terbaik kita. Tapi jangan alay. Gunakan foto di mana kita mengenakan dresscode formal. Tapi, gak harus kaku juga. Kita bisa pasang foto bergaya santai. Yang penting, pastikan penampilan kita rapi, atraktif, namun terkesan profesional.

  1. Baca Ulang dan Perbaiki Kesalahan dalam CV

Langkah selanjutnya adalah membaca ulang CV yang telah dibuat. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan bahwa CV Anda sudah tersusun dengan rapi. Tentunya sangat disayangkan jika ada kesalahan ketik.

By: Phisca Aditya Rosyady, S.Si., M.Sc.
S1 : Elektronika dan Instrumentasi, UGM – Yogyakarta
S2 : Ilmu dan Teknik Komputer, Seoul National Univ. of Science Tech – Korea

Berikut Contoh CV yang Baik

Contoh CV yang baik

Contoh CV yang baik

CV Ferry Anggoro Ardy Nugroho

Schoters

The #1 and Largest Online Scholarship Platform