fbpx

Salah satu tahap krusial saat merencanakan studi S3 adalah menemukan calon supervisor yang tepat. Ini karena kesuksesan studi doktoral sangat bergantung pada dinamika hubungan antara student dan supervisors (ingat bahwa mahasiswa S3 umumnya tidak ada kuliah dan langsung fokus pada disertasi).

Meski demikian, expert yang kita anggap tepat untuk membimbing seringkali belum kita kenal sama sekali, sehingga kita perlu kenalan. Bagaimana caranya? Perlukah basa-basi dulu?

Saran saya, langsung saja kirim e-mail ke beliau dengan singkatpadat, dan jelas (ini karena makin ahli di bidangnya, surat elektronik yang masuk ke inbox beliau biasanya sangat banyak). Tulislah e-mail ringkas yang mencakup: (1) sapaan, (2) perkenalan diri (seputar kegiatan profesional yang saat ini sedang dikerjakan), dan (3) permohonan kesediaan untuk menjadi calon pembimbing di topik riset yang spesifik. Yang terakhir penting untuk diutarakan karena jika topik di luar keahlian beliau, calon supervisor biasanya akan langsung menolak atau menawarkan alternatif topik lain sesuai dengan kepakarannya.

Masih bingung? Berikut contoh e-mail yang saya gunakan saat memperkenalkan diri pada supervisor saya sekarang, Dr. Mark J. Costello, dari Universitas Auckland, New Zealand.

Dear Dr. Costello,

My name is Joko Pamungkas, a young polychaete researcher at the Research Center for Deep Sea, Indonesian Institute of Sciences, Indonesia. I did my masters at the University of Bremen, Germany, and graduated in 2013.

Right now, I am studying the taxonomy of edible polychaetes from Ambon called ‘wawo’ in collaboration with Dr. Christopher J. Glasby from MAGNT, Darwin, Australia (to give you an idea about the worms, please have a look at my video at:youtu.be/LvJwvH3_DQo). I am writing to you because I am very keen on studying for a Ph.D degree at the University of Auckland. For this reason, I need an appropriate supervisor candidate who can supervise my study at the university. My question is, would you be interested in supervising me to study the systematics of Indonesian polychaetes? For your information, Dr. Glasby is willing to co-supervise my study, and this year I am applying for a New Zealand ASEAN scholarship to support my study at the university.

Thank you very much for your attention and I look forward to hearing from you.

 

Best regards,

Joko Pamungkas
Research Center for Deep Sea
Indonesian Institute of Sciences
INDONESIA

Lantas, di mana sebaiknya kita “berburu” calon supervisor? Pertama, melalui website resmi universitas. Kedua, bisa lewat rekomendasi dari rekan atau mantan dosen pembimbing kita. Ketiga, bisa juga melalui jurnal ilmiah yang kita baca (misalnya, beliau banyak menulis di bidang tertentu dan kita ngefans ingin jadi anak bimbingnya, maka langsung saja kirim e-mail ke beliau). Oh ya, agar lebih efisien, tulis saja dulu satu e-mail “master” yang bagus. Lalu, apabila hendak mengontak calon supervisor yang berbeda, cukup copy paste namun pastikan… pastikan… pastikan… Anda mengganti nama serta universitasnya 😉

Penulis  Joko Pamungkas
S1  Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
S2  Program studi International Studies in Aquatic Tropical Ecology (ISATEC),Fakultas MIPA, Universitas Bremen, Jerman, Penerima Beasiswa DAAD
S3  Institute of Marine Science, Fakultas Sains, Universitas Auckland, Selandia Baru, Penerima Beasiswa NZAS

~Schoters~

The Largest Online Scholarship Platform